Silabus

Kekalahan dalam berperkara pada kasus perselisihan dagang atau usaha, banyak disebabkan karena kelemaham di dalam menulis dokumen, kontrak atau dokumen yang dapat dipergunakan sebagai alat bukti di dalam persidangan atau perselisihan.

Banyak perkara dagang atau usaha, yang berakhir dengan kerugian yang melebihi keuntungan yang seharusnya diperoleh, termasuk kerugian harta benda dan kurungan badan, karena mitra bisnis yang menjalin kerjasama, melaporkan kelemahan kita sebagai delik aduan pidana.

Overview

Program strategy legal drafting for contracts and other documents, ditujukan untuk memberikan transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman di dalam membuat dokumen kontrak dan dokumen lainnya yang dapat diperguanakan sebagai alat bukti di dalam hukum, sehingga bilamana terjadi perselisihan di dalam kerjasama perdagangan atau usaha yang dijalankan, dapat menyelamatkan kita dari berbagai permasalahan yang dihadapi, perdata maupun pidana.

Program ini disampaikan melalui tutor, diskusi dan umpan balik yang dipertajam dengan studi kasus serta simulasi kasus dengan mempergunakan proses imitasi sehingga proses transformasi dapat terselenggara.

Understanding

Legal Drafting adalah jenis tulisan teknis yang digunakan oleh pengacara, hakim, legislator, dan lain-lain dalam hukum untuk mengekspresikan suatu analisa hukum dan hak-hak hukum termasuk kewajiban para pihak, untuk digunakan dalam praktek advokasi sebagai suatu langkah untuk memberikan resolusi terhadap masalah hukum klien yang sedang dihadapi.

Program Content

  1. Membuat kontrak dan dokumen hukum lainnya
  2. Melakukan negosiasi dalam perselisihan berdasarkan kontrak dan dokumen hukum
  3. Menghadiri persidangan sebagai pihak yang terlibat di dalam perselisihan
  4. Memenangkan perkara perselisihan dalam persidangan

Objective

  1. Membuat dokumen kontrak dan dokumen lain yang dapat dipergunakan sebagai alat bukti
  2. Memenangkan negosiasi dalam suatu permasalahan yang dihadapi
  3. Memenangkan perkara secara win-win solusi
  4. Mempersiapkan diri dalam menghadiri persidangan perkara perselisihan
  5. Menghindari tuntutan hukum (pidana) terhadap permasalahan yang dihadapi

Outline

  1. Pengertian legal drafting untuk kontrak dan dokumen
  2. Strategy penulisan untuk dijadikan alat bukti
  3. Identitas para pihak di dalam kontrak
  4. Alasan lahir atau dibuatnya kontrak
  5. Pengertian yang terdapat di dalam kontrak
  6. Ruang lingkup penulisan kontrak dagang
  7. Penulisan syarat pembayaran
  8. Kewajiban para pihak di dalam kontrak
  9. Membangun alasan untuk membuat amandemen/addendum
  10. Perselisihan dan pilihan hukum
  11. Penulisan surat kuasa untuk menghadiri persidangan
  12. Penulisan surat gugatan, jawaban, replik, duplik, dan kesimpulan
  13. Strategy menghadiri persidangan perkara perdata
  14. Strategy mencegah timbulnya perkara pidana pada kontrak dagang

 

Strategy Penyampaian

  1. Memberikan penjelasan atas teori yang diselaraskan dengan praktek berdasarkan undang-undang yang berlaku dengan menggunakan tutor, diskusi dan umpan balik, sehingga peserta mendapatkan pemahaman terhadap permasalahan yang dihadapi dan mampu membuat konsep untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
  2. Melakukan simulasi dengan mempergunakan proses imitasi berupa persidangan semu, sehingga peserta dapat menerima transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman, dan peserta memiliki pengetahuan dan pengalaman berdasarkan praktek pada persidangan yang dilakukan pada alam nyata.
  3. Memberikan penugasan kepada individu atau kelompok, untuk terlibat di dalam suatu persidangan semu, dalam perkara perdata maupun pidana, sehingga peserta memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman, dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh hakim, penasehat hukum, dan jaksa penuntut umum.

Durasi

Program ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari, atau secara efektif selama 18 (delapan belas) jam, dengan Run-Down, sebagai berikut:

  1. Pengenalan teori atas permasalahan yang dihadapi, selama 30 menit
  2. Pendalaman teori dengan berbagai studi kasus, selama 1,5 jam
  3. Implementasi studi kasus sebagai proses transformasi, selama 1,5 jam
  4. Simulasi dengan proses imitasi melalui persidangan semu, selama 1 jam
  5. Penugasan individu atau kelompok dalam mempertajam pengalaman, selama 1 jam
  6. Evaluasi keberhasilan, selama 30 menit

Peserta yang harus hadir

  1. Supervisor
  2. Leader
  3. Manager
  4. Setiap orang yang ingin mengetahui praktek di hukum di dalam dunia nyata.